Download Audio
Ikhwanī rahimanī wa rahimakumullāh, para pemirsa yang
dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, semoga rahmat Allāh senantiasa
meliputi saya dan anda sekalian.
Sebagian orang telah memiliki harta yang banyak, telah
diberi kemewahan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, telah dimudahkan rizqinya oleh
Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, namun mereka tidak merasakan kebahagiaan.
Sebenarnya Allāh Subhānahu wa Ta'ālā telah menunjukkan
banyak cara dan kiat-kiat untuk meraih kebahagiaan karena ternyata terbukti
kebahagiaan bukan diukur dengan harta, kemewahan, ketenaran, akan tetapi ada
perkara-perkara lain yang bisa menjadikan orang berbahagia.
Terutama kita berbicara sekarang tentang orang-orang yang
memiliki harta yang banyak.
Bagaimana mereka bisa meraih kebahagiaan?
Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam telah menjelaskan
dalam suatu hadits :
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما : ( أَنَّ رَجُلا جَاءَ إِلَى
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ! أَيُّ
النَّاسِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ ؟ وَأَيُّ الأَعْمَالِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ ؟ فَقَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ
تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ , وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ
تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ , أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً , أَوْ تَقْضِي عَنْهُ
دَيْنًا , أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا , وَلأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخِ فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ
إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ - يَعْنِي مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ
- شَهْرًا ) رواه الطبراني (12/453) وصححه الألباني في "صحيح الترغيب" (
955 )
Amalan yang paling dicintai Allāh Subhānahu wa Ta'ālā yaitu
rasa senang yang engkau masukkan ke dalam hati seorang muslim atau engkau
hilangkan rasa laparnya atau engkau lunaskan hutang-hutangnya atau engkau
hilangkan kesulitannya. Sesungguhnya aku menemani saudaraku untuk memenuhi
kebutuhannya lebih aku sukai daripada aku i'tikaf di Masjid Nabawi selama 1
bulan.
Luar biasa, Allāhu Akbar!
Bagaimana Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam menyatakan
Beliau berjalan menemani saudaranya untuk memenuhi kebutuhannya lebih Beliau
sukai daripada i'tikaf di Masjid Nabawi selama sebulan, kenapa demikian?
Karena menolong oranglain, menyenangkan hati oranglain,
menghilangkan rasa laparnya, membantu mengatasi kesulitannya adalah amalan yang
sangat dicintai Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.
Dan amalan inilah yang akan memasukkan kebahagiaan dalam
hati pelakunya, benar, akan memasukkan kebahagiaan dalam hati pelakunya.
Ada seorang shahabat yang datang menemui Nabi shallallāhu
'alayhi wa sallam:
يشكو قسوة قلبه , قال : أتحب أن يلين قلبك ?
Dia mengeluhkan kepada Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam
tentang kerasnya hatinya, dia tidak merasakan bahagia, dia merasakan
kekerasan/kekakuan dalam hatinya.
Maka apa jawaban Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam?
إن أردت تليين قلبك , فأطعم المسكين و امسح رأس اليتيم “ (قال الألباني
في “السلسلة الصحيحة” 2 / 533 : أخرجه أحمد ( 2 / 263 ))
Jika engkau ingin hatimu menjadi lembut, bahagia, tenang
maka kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam: "Berikanlah makanan kepada
fakir miskin dan usaplah tanganmu dikepala anak yatim".
Apa hubungannya antara memberi makan kepada fakir miskin dan
mengusap kepala anak yatim dengan kelembutan hati dan kebahagiaan?
Ingatlah bahwasanya ada kaidah yang sangat agung yang telah
dijelaskan oleh para ulama :
الجزاء من جنس العمل
Balasan sesuai dengan amal perbuatan seorang hamba.
Jika seseorang hamba berusaha menyenangkan hati oranglain,
memikirkan kesulitan yang dihadapi oranglain, berusaha untuk menyenangkan
hatinya dan memasukkan kesenangan dalam hatinya, maka Allāh akan masukkan
kesenangan dalam hatinya.
Jika dia berusaha memasukkan kebahagiaan dalam hati
oranglain maka Allāh akan memberikan kebahagiaan dalam dirinya.
Oleh karena kita dapati sebagian orang, dia berusaha
berletih-letih, berpayah-payah pergi ke tempat yang jauh untuk membantu kaum
muslimin, membawakan bantuan, mengumpulkan dana untuk diberikan kepada kaum
muslimin, dan dia tidak pernah capai padahal itu pekerjaan yang sangat berat,
bahkan mungkin dia tidak mendapatkan dunia sepeserpun, akan tetapi kenapa dia
bisa betah melakukan itu semua?
Karena ada kebahagiaan yang dia dapatkan. Allāh yang
memasukkan kebahagiaan dalam dirinya.
Oleh karenanya manusia yang paling bahagia di atas muka bumi
ini adalah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, kenapa?
Karena Beliau adalah orang yang paling memikirkan ingin membahagiakan
oranglain.
Kata Allāh Subhānahu wa Ta'ālā:
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا
عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ (التوبة ١٢٨)
Rasūlullāh merasa sangat berat.
Apa yang memberatkan kalian, para shahabat dan kaum muslimin
terasa berat oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Oleh karenanya, Khadijah radhiyallāhu Ta'ālā 'anhā pernah
berkata kepada Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dalam Shahih Bukhari:
كلا، أبشر، فوالله لا يخزيك الله أبدا؛ إنك لتصل الرحم، وتصدق الحديث،
وتحمل الكل، وتقري الضيف، وتعين على نوائب الحق".
Sekali-kali tidak, bergembiralah wahai suamiku, Allāh tidak
akan menghinakan engkau.
Kenapa?
Karena engkau senantiasa jujur berkata, engkau senantiasa
menyambung silaturahmi, menyenangkan keluarga, menyenangkan kerabat, engkau
senantiasa membantu orang yang belum bisa mandiri, engkau bekerja dan hasilnya
engkau berikan kepada orang yang tidak mampu, engkau memuliakan tamu, dan
engkau membantu orang-orang yang terkena musibah.
Ini sifat dasar Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam,
bagaimana dia berusaha menyenangkan hati orang lain.
Bahkan disebutkan dalam hadits tatkala Nabi shallallāhu
'alayhi wa sallam didatangi oleh seorang budak Jariyah kemudian ditariklah
tangan Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dan Nabi membiarkan tangannya dibawa
apa yang dikehendaki oleh budak kecil wanita tersebut.
Kenapa?
Karena Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam ingin memasukkan
kebahagiaan dalam hati oranglain.
Tatkala Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam adalah
orang yang paling berusaha akan hal ini, maka jadilah Beliau adalah orang yang
paling bahagia.
Karenanya, jika anda diberi kelebihan harta dan rizqi maka
sumbangkanlah sebagian harta tersebut kepada orang-orang miskin, kepada
orang-orang yang membutuhkan, masukkan kebahagiaan ke dalam dada-dada mereka
niscaya Allāh akan membahagiakan engkau.
Yakinlah akan hal itu.
الجزاء من جنس العمل
Bahwasanya balasan sesuai dengan amalan seorang hamba.
Bagaimana seseorang akan dibiarkan oleh Allāh Subhānahu wa
Ta'ālā dan bahagia sementara dia pusing memikirkan bagaimana bisa membahagiakan
orang, saudaranya, kaum muslimin yang lain?
Maka Allāh akan memberikan/memasukkan kebahagiaan dalam
dirinya.
Demikian.